• Top Clicks

    • None
  • Archives

  • Categories

  • Recent Posts

  • Blog Stats

    • 2,469 hits
  • Top Posts

    • None
  • Pages

  •  

    December 2008
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Meta

Post Mo

Rabu 26 Nov 2008, ada topik yang menarik dari kuliah teori perencanaan. Setiap minggunya kuliah ini selalu menarik bagi saya. Penyampaian materi oleh dosen (Pak Furqon dan Pak Heru) sungguh sangat pas. Mudah dipahami dan menggunakan ‘bahasa’ yang mudah dimengerti.

Topik kuliah pada hari tersebut (oleh Pak Furqon) adalah mengenai premodernisme, modernisme, dan postmodernisme (postmo). Mendengar ketiga istilah di atas sudah bisa ditebak bahwa kuliah ini pasti filosofis.
Sebenarnya, inti dari topik ini adalah untuk memahami mengenai perencanaan dalam paradigma postmo. Untuk itu, beliau mengajak kami untuk memahami postmo secara umum dengan terlebih dahulu menjelaskan mengenai premodernisme dan modernisme.

Era premodernisme adalah masa-masa sebelum Renassaince.
Pada era ini manusia tergolong religius dan cerdas, yakni mampu mengintegrasikan kemampuan intelektualnya dengan spritualnya. Ilmu pengetahuan dan seni (art and science) bukan lah hal yang terpisah dengan agama. Para
intelektual-intelektual tenar juga terkenal dengan kesholehannya. Mereka mampu menyelami alam jiwa yang jauh lebih ‘luas’ ketimbang alam nyata yang kasat mata. Mereka hidup dari inspirasi-inspirasi. Dan mereka tenar melalui
manifestasi dari inspirasi tsb (karyanya).

Itulah satu hal yang patut dicontoh oleh kita. Bicaralah melalui karya.
Islam jaya dan dikenal di masa lalu melalui karyanya bukan dari ‘bicara’nya.
Era premodernisme di Indonesia masih bisa disaksikan bukti-buktinya melalui peninggalan-peninggalan sejarah
kerajaan, salah satunya adalah Candi Borobudur. Candi borobudur bukan hanya sekedar produk jadi yang memiliki nilai keindahan semata, melainkan juga ada nilai religius di dalamnya.

Memasuki era modernisme, yakni titik tolaknya adalah ketika renaissance. Pada  masa ini sekulerisme semakin
mengemuka. Pemisahan antara agama, seni, dan ilmu pengetahuan terjadi dimana-mana. Empirisme dan Rasionalisme
merupakan paham yang dianut oleh arus besar masa ini. Fokus pengetahuan hanya pada hal-hal yang secara rasional dan empiris eksis. Spiritualitas dan perasaan dikesampingkan. Karena segala sesuatu didasarkan atas dua hal tersebut,
maka banyak bermunculan teori-teori/standar-standar universal yang ‘diyakini berlaku’ di seluruh muka bumi.
Akibatnya, keseragaman (uniformity) merupakan hal yang lazim di mana-mana.

Hal-hal yang terjadi para masa modernisme merupakan ‘arus besar’. Artinya sebenarnya banyak pihak-pihak (mungkin bisa disebut ‘arus kecil’) yang kritis terhadap modernisme. Kejenuhan-kejenuhan dan kritik atas modernisme
melahirkan arus baru yang saat ini tengah berlangsung yakni postmodernisme. Pada era ini, orang-orang mulai
menyadari bagaimana rapuhnya modernisme dan mulai menatap kembali betapa ‘luar biasa’nya era premodernisme.
Orang-orang mulai berpikir kembali untuk menghancurkan sekulerisme dengan memadukan kembali, antara spirit, art, and science. Dan sekarang kita adalah bagian dari orang-orang yang tengah berusaha memperjuangkan postmo.

Narasi di atas hanyalah ringkasan dari kuliah. Kuliah tsb merupakan ringkasan dari buku-buku yang tebalnya minta
ampun. Jadi pastilah banyak hal-hal yang tereduksi. Mungkin juga ada ‘bias’ akibat kurang baiknya pemahaman saya.

Advertisement

One Response

  1. wuah wuah wuah..
    ada apa ini dg kuliah TePe ganjil?
    keknya teramat menginspirasi & mbuka wawasan betul..
    aduw, gmna ini dg genap?
    ntar aq bikin artikel tandingan ah ttg TePe genap. hahahahaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.