• Top Clicks

    • None
  • Archives

  • Categories

  • Recent Posts

  • Blog Stats

    • 2,469 hits
  • Top Posts

    • None
  • Pages

  •  

    June 2009
    M T W T F S S
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Meta

Model Builder

Hmm dipikir-pikir.. daripada blog ini kosong melompong seperti yang terjadi beberapa bulan terakhir, lebih baik diisi dengan ilmu yang berguna.

Soalnya,  sehabis mempelajari suatu ilmu baru seringkali hanya euforia sesaat. Berselang beberapa hari, minggu, bulan, akhirnya ilmu itu hilang begitu saja karena tidak terdokumentasi dengan baik di otak ataupun di media tertulis seperti blog ini.
Berlebihan juga sih kalau dibilang sampai hilang begitu saja. Kadang masih ingat, tapi tidak sepenuhnya ingat. Ada detail-detail yang terlupakan. Sayang kan..

Yaah semoga saja dengan ditulis seperti ini, ilmu-ilmu ataupun ide-ide yang pernah singgah di kepala ini bisa lebih terjaga.

Hari ini kembali saya memperoleh ilmu baru tentang GIS yakni model builder. Sebenarnya tidak pernah ada inisiatif untuk mempelajarinya. Hanya saja, kebetulan hari ini musti memberi materi tentang model builder. Jadi agak ada unsur ‘paksaan’ sebenarnya. Ternyata setelah  dipelajari, tidak terlalu sulit dan ilmunya pun cukup berguna.

Model builder merupakan salah satu tool di ArcGis yang berguna untuk membangun suatu aplikasi geoprocessing otomatis. Selama ini, geoprocessing saya lakukan satu persatu melalui ArcToolbox. Namun, dengan adanya model builder proses-proses yang terpisah tersebut bisa disatukan sehingga proses geoprocessing bisa berjalan lebih cepat.

Selain itu, model builder juga berfungsi untuk membuat semacam ‘template’ geoprocessing. Selama output yang ingin dihasilkan mirip, kita bisa menggunakan model builder untuk data-data yang berbeda. Jadi apabila suatu saat kita lupa dengan alur-alur geoprocessing yang pernah dilakukan secara manual (tanpa model), ‘template’ yang telah terbentuk di model builder sangat berguna untuk mengingat kembali alur tersebut.

Untuk memulai membangun model, kita akan bermain di ArcToolbox. Anda bisa menggunakan ArcToolbox di ArcMap ataupun di ArcCatalog.

Pertama-tama buatlah terlebih dahulu toolbox baru pada ArcToolbox. Caranya klik kanan pada Arctoolbox -> New Toolbox -> beri nama sesuai selera, misal “model”.

23

Selanjutnya klik kanan pada toolbox “model” yang baru terbentuk -> New -> Model. Maka akan muncul tampilan area tempat kita membangun model. Perhatikan toolbar yang ada pada model builder tersebut, secara garis besar mirip-mirip dengan toolbar-toolbar pada umumnya, ada “save”. ‘cut’, ‘copy’, dsb.

Tool yang menurut saya signifikan di sini adalah
- Auto Layout : untuk merapikan tata letak model secara otomatis.
- Select : pointer default untuk melakukan seleksi objek.
- Add Connection : untuk menghubungkan data/perintah yang satu dengan yang lain.
- Run : untuk menjalankan model

Ada tiga jenis diagram dalam model ini, ketiganya dibedakan berdasarkan fungsi,warna dan bentuknya. Berikut penjelasannya:

1. Input, yakni data awal yang akan diproses. Data ini bisa berupa raster ataupun vektor. Dalam hal ini, saya menggunakan data vektor (*.shp). Cara memasukkan data bisa melalui tool “Add Data” atau langsung dengan menarik (men-drag) data dari ArcCatalog/ArcMap ke dalam Model Builder. Jenis data ini ditandai dengan bentuk oval berwarna biru.

2. Proses, yakni proses geoprocessing yang akan dikenakan ke input. Cara memasukkannya ke dalam model adalah dengan menarik (men-drag) proses dari ArcToolbox menuju Model Builder. Proses ditandai dengan bentuk kotak persegi panjang berwarna putih.  Pemasukan data Input ke dalam Proses, bisa dengan menggunakan tool “Add Connection” ataupun dengan mengisikan langsung pada parameter proses.Untuk mengisikan paramater-parameter dari proses bersangkutan bisa dilakukan dengan mengklik dua kali kotak proses. Apabila parameter-parameter telah lengkap, maka proses sudah siap dijalankan yang ditandai dengan berubahnya warna kotak proses dari putih menjadi kuning.

3. Output, yakni hasil dari proses geoprocessing yang dilakukan. Output secara otomatis masuk ke model bersamaan dengan dimasukkannya kotak Proses. Output ditandai dengan bentuk oval yang pada mulanya berwarna putih kemudian berubah menjadi hijau apabila parameter Input pada Proses telah dimasukkan. Output bisa dijadikan Input bagi proses-proses selanjutnya.

Berikut gambaran Input, Proses, dan Output.

24

Apabila telah lengkap ketiga komponen tersebut, silakan “Run” model Anda. Jika terjadi error, silakan cek paramater-paramater proses. Barangkali ada yang belum lengkap. Jika model berjalan lancar, coba cek folder penyimpanan file Input. Sekarang telah terbentuk file-file Output pada folder tersebut.

Berikut salah satu contoh model overlay layer guna lahan dan administrasi.

Model 1

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.